Merdeka di Hati Nan Fitri

Merdeka di Hari Nan Fitri

(Dalam bingkai nasionalisme : Memaknai Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2012, dan Hari Raya Idul Fitri 19 Agustus 2012 (1433 H)

Oleh: Candra Hasner Siregar

Saya memang bukan seorang muslim, namun sebagai seorang warga negara yang lahir, tumbuh dan dewasa di sebuah negara dimana mayoritas warga negaranya memeluk agama Islam, mau tidak mau, suka tidak suka saya tidak mungkin terlepas dari kenyataan bahwa mempelajari Islam sebagai ide ataupun ajaran, lewat literature maupun interaksi sosial adalah sebuah keniscayaan.

Sebagai warga negara yang sedang berusaha belajar memaknai nasionalisme, saya melihat jatuhnya tanggal Idul Fitri tahun ini dan HUT-RI yang membuat peringatan Hari ulang tahun kemerdekaan RI tahun ini menjadi istimewa dibanding tahun-tahun sebelumnya dan di sisi lain membuat idul fitri tahun ini seharusnya lebih bermakna dalam konteks kesadaran berbangsa. Sebuah ‘Kebetulan’ yang mirip dengan pemilihan waktu (timing) untuk pembacaan teks proklamasi 17 agustus 1945 yang juga bersamaan dengan bulan ramadhan.

Sebelum lanjut, kita singikirkan dulu unsure klenik dari dialog berikut, kita fokus pada sisi ruh dan semangat dari momen ini untuk digarisbawai.

Tepat 67 tahun yang lalu bangsa Indonesia merdeka. Mengapa dipilih 17 Agustus 1945 ? Kemerdekaan bangsa Indonesia diproklamirkan oleh Ir. Soekarno dan Moh. Hatta atas nama bangsa Indonsia pada tanggal 17 Agustus 1945 M bertepatan dengan tanggal 9 Ramadhan 1364 H hari Jumat Legi. Mengapa ‘Bung Karno’ tidak mau memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia pada tanggal 15 atau 16 Agustus 1945 ? Dengan dasar apakah Bung Karno memilih tanggal 17 ? Simaklah dialog yang terjadi antara ‘Sukarni’ (salah seorang pimpinan pemuda yang ‘menculik’ bung karno dan bung Hatta ke Rengasdengklok) dengan ‘Bung Karno’ (Presiden Pertama Negara Kesatuan Republik Indonesia) di bawah ini yang bersumber dari Buku ‘Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia’ by Cindy Adams.

’Sukarni’ : ”Mengapa justru diambil tanggal 17, mengapa tidak sekarang saja atau tanggal 16 ?”.

’Bung Karno’ : Saya tidak dapat menerangkan secara pertimbangan akal mengapa tanggal 17 lebih memberi harapan kepadaku. Akan tetapi saya merasakan di dalam kalbuku bahwa waktu dua hari lagi adalah saat yang baik. Angka 17 adalah angka keramat. 17 adalah angka suci. Pertama-tama, kita sedang berada dalam bulan Ramadhan, waktu kita semua berpuasa. Ini berarti saat yang paling suci bagi kita. Hari Jumat ini Jumat Legi. Jumat yang berbahagia. Jumat suci dan hari Jumat adalah tanggal 17. Al Quran diturunkan tanggal 17. Orang Islam sembahyang 17 rakaat dalam sehari. Mengapa Nabi Muhammad memerintahkan 17 rakaat, mengapa tidak 10 atau 20 saja ? Oleh karena kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia. Pada waktu saya mendengar berita penyerahan Jepang, saya berfikir bahwa kita harus segera memproklamirkan kemerdekaan. Kemudian saya menyadari, adalah kemauan Tuhan peristiwa ini akan jatuh di hariNya yang keramat.

Sejarah telah mencatat, semangat bulan Ramadhan telah melahirkan Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 .

Dan…Revolusi kemerdekaan menyusul setelah itu

Bagian II

Proklamasi kemerdekaan RI, telah merumuskan dengan jelas cita-cita nasional yang diformulasikan dengan baik dalam alinea ke-2 Pembukaan Undang-Undang Dasar tahun 1945. Formulasi itu berbunyi : ” Dan perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan Rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur “.

Selain itu, Tujuan Nasional Bangsa Indonesia Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 :

1. Membentuk suatu pemerintahan Negara Republike Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

2. Memajukan kesejahteraan umum / bersama

3. Mencerdaskan kehidupan bangsa

4. Ikut berperan aktif dan ikut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Berbicara mengenai hari raya idul fitri, tanpa bermaksud menggurui izinkanlah saya sedikit membagikan apa yang saya pahami mengenai Idul Fitri.

Idul Fitri adalah adalah hari raya yang dirayakan setelah umat Islam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan satu bulan penuh. Secara spiritual Idul fitri bermakna kembali ke Fitrah manusia. Dinamakan Idul Fitri karena manusia pada hari itu laksana seorang bayi yang baru keluar dari dalam kandungan yang tidak mempunyai dosa dan salah. Idul Fitri juga diartikan dengan kembali ke fitrah (awal kejadian) dengan demikian Idul fitri harus dimaknai sebagai sebuah momentum terbaik bagi setiap manusia untuk kembali ke fitrahnya sebagai makhluk yang suci dan terampuni dosanya dengan kata lain manusia yang secara spiritual adalah merdeka dari dosa dan ketakutan.

Manusia merdeka tahu kemana tujuan hidupnya dan mampu mencapai tujuan hidupnya. Manifestasi nyata dari idul fitri itu dalam kehidupan sehari-hari akan nyata lewat aktifitas kehidupan sehari-hari yang tidak lepas dari kehidupan pribadi, sosial dan bernegara.

Manifestasi pertama : Fitrah Beragama :

Setiap orang yang mepunyai sebuah keyakinan atau kepercayaan bersumber dari pemikiran bahwa diluar dirinya ada  ‘sesuatu kekuatan’ yang mengendalikan alam semesta ini termasuk hidupnya. Hanya saja bentuk ‘kekuatan’ itu secara dogmatis dipahami berbeda-beda oleh setiap bentuk kepercayaan.

Dalam hubungannya dengan kehidupan beragama, seseorang yang sudah menemukan fitrahnya akan menyadari bahwa tidak semua orang mendapat hidayah (kesadaran akan kebenaran sebuah agama/kepercayaan), karena itu dia akan mampu hidup dalam kemajemukan dan situasi yang plural tanpa  kafir mengkafirkan; menyadari bahwa dihadapan Tuhan semuanya sama. Hidayahlah yang membedakan keyakinan yang satu dengan yang lain ;

Manifestasi Kedua: Fitrah sebagai makhluk bermartabat tinggi;

Sebagai mahluk yang lebih dimuliakan Tuhan diatas ciptaan lainnya, manusia mempunyai akal dan kehendak rasional. Akal dan kehendak rasional ini senantiasa membuat manusia menemukan hal-hal baru untuk meningkatkan kualitas kehidupannya. Dalam kehidupan berbangsa kehendak ini juga yang memicu rasa nasionalisme warga Negara untuk dapat hidup semulia bangsa lain yang kualitas hidupnya lebih baik

Manifestasi Ketiga :Fitrah Sosial :

Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk sosial yang memiliki ketergantungan antara yang satu dengan lainnya dan berasal dari suatu keturunan. Kebudayaan dan kebiasaan hiduplah yang membuat mereka menjadi berbeda-beda. Manusia yang menemukan fitrahnya akan sangat menyadari ini,. Bahwa kita hidup dalam sebuah bangsa yang majemuk, yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan adat istiadat serta pola hidup yang berbeda-beda. Kesadaran ini kemudian membuatnya untuk mengembangkan kehidupan sosial yang toleran. Fitrah sosial ini juga memacu manusia untuk hidup berdampingan dan bekerjsama untuk mencapai tujuan bersama.

Dalam hubungannya dengan cita-cita nasional Negara Republik Indonesia, manifestasi idul fitri diatas adalah modal yang sangat berharga yang seharusnya dimiliki setiap warga Negara Indonesia. Dengan demikian kualitas kemanusiaan yang tinggi akan mudah disinergikan dengan teknologi dan kekayaan alam bangsa ini untuk mencapai cita-cita proklamasi sebagaimana yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu kita.

Saat ini sedang berjuang lepas dari jajahan kemiskinan, melepaskan diri dari cengkeraman koruptor, berjuang mengembalikan kembali kedaulatan bangsa secara ekonomi, kewilayahan Negara dan sedang berjuang menunjukkan jati diri sebagai bangsa yang besar. Kiranya momen semangat ramadhan dan Idul fitri tahun ini mampu memberi semangat yang sama sebagaimana yang telah ditunjukkan para pendahulu kita yang terbukti mampu memberikan kemerdekaan kepada republik ini 67 tahun yang lalu.

Semoga momen yang istimewa ini juga mampu mengembalikan kembali kesadaran akan fitrah kita sebagai manusia merdeka dan meningkatkan ketaatan kita pada perintah Allah, menumbuhkan kepekaan sosial sebagai seorang warga negara yang hidup didalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia yang besar.

Akhir kata izinkan saya mengucapkan Selamat menyambut

Hari Raya Idul Fitri 1433 H dan Dirgahayu Republik Indonesia…

Merdeka..!!

Tracebility Project (A Software Based Project from the past)

Traceability System For Electronic Manufacturing Services (EMS)

Traceability refers to the completeness information about every step in a process chain. In other words it is a method to record and documenting a process, identity, location, time and various aspects related with the product by intension to make the product traceable. It can be found in many various types of industry such as electronics manufacturing services, logistics, materials, supply chain, food processing etc. Companies which realize the importance of traceability should place traceability matter as one of it priority in business strategy. Technically speaking, traceability can be implemented as software based or paper based or both combined.

In this post I’d like to share about my experience in developing a software application for traceability for an electronic manufacturing services company where I worked with (PT. Plexus Manufacturing).

I’ll only covers the software development, while in fact it covers  all the the steps, from design to development is one package.

It started in 2002 when we my company signed a business contract with Maxtor Corporation (Lately known as Seagate-Maxtor as later on Seagate acquired it) to build printed circuit board (PCB) controller for hard disk.  One among of the top lists of customer requirements is that the supplier must provide traceability system for PCB controller built and the developed system must able :

  • Perform unit traceability as deep as electronic component level especially A-Item parts such as PCB, board Controller ICs, Memory, Power supply regulator Integrated Circuits (IC) etc.
  • Record the critical information of part being assembled i.e: part number, part date code, vendor name etc. Ensure that only valid part able to be assembled onto PCB controller. i.e : Only valid part number and valid date code able to be loaded on to certain model, this is to prevent wrong component/part loaded on to PCB (later on I use BOM (bill of material) as referencing key)
  •  Record the date and time of assembly and record machine information used to assemble the PCB Binds the information of PCB controller serial number which is worldwide unique to component/ parts information are being loaded onto PCB. Record and ensure only well trained operator able to run the assembly machine.
  • Record the inspection time, inspector information and ensure only qualified inspectors are being allowed to do the inspection. Record the Testing date and time and tester machine information. For all failed PCB in test stage, it must debug or reworked. If during PCB rework or debugging found any component need to be replaced, the system must ensure that replacement is done correct, by means the substitute component must has same part number (or it equal) with replaced part. Before PCB unit packaged for shipment there must have final gate system to check that PCB unit has passed all the process.

Reading those requirement, first thought crossing my mind was “this will be big project with big resources to be involved in, time consuming…above all this is a big challenge..🙂

“ First thing I did were made an assessment by some discussion with: Warehouse, on how the part identified, is there any unique identification for each part number. How the part number labeled is, is it barcode or just plain text? And how they transfer part to production / assembly line Process team to find out in detail the PCB assembly process of flow. Production on how they perform assembly, how they arrange manpower and how they treat component/part before and during loading to assembly machine Quality Assurance (QA), how the inspection performed and how to ensure that inspector is qualified for inspection. Testing on how PCB assembled tested. How the Tester works, is it possible to be integrated with production system to collect test result data log? Briefly speaking, after long discussion and complex assesment, data and information collection from people might be affected by the system implementation I decide that this system will be divided into six modules….. (To be Continued..)

Kalkulasi Internal Pressure

Pada dasarnya, kekuatan menahan internal pressure dari sebuah bejana tekan ditentukan oleh ketebalan dindingnya. Dasar perhitungan : Pertama, tentukan ketebalan dari tekanan design yang didapatkan dari orang proses (process engineer). Dari hasil perhitungan yang didapatkan (t required), tentukan ketebalan aktual (t actual) yaitu ketebalan yang disediakan suplier material yang mendekati di atas ketebalan hasil perhitungan (t required) tentunya setelah ditambahkan faktor Corrosion Allowance. Dari ketebalan tersebut dihitung balik untuk mendapatkan MAWP.

Dengan demikian t actual > t required, sehingga MAWP lebih besar dibanding Design Pressure. Akan tetapi bila  t actual = t required, maka MAWP akan sama dengan tekanan disain (Design Pressure)

Kalkulasi yang digunakan untuk menghitung ketebalan tersebut berdasarkan ASME Section VIII Div. 1 sebagai berikut:

Hal yang paling utama adalah tetap refer ke code/standard requirement..

Dasar Perhitungan Desain Pressure Vessel

Dalam merancang sebuah bejana tekan, diperlukan perhitungan kekuatan terhadap beban-beban yang terjadi. Rancangan tersebut secara teknikal digunakan sebagai jaminan bahwa peralatan tersebut aman terhadap beban yang terjadi. Kalkulasi perhitungannya sendiri  ditentukan berdasarkan pada spek dari client dan beberapa acuan  lain seperti standard code ASME, API, TEMA, UBC, WRC, dll.

Dasar Perhitungan tersebut antara lain:
1. Kalkulasi Terhadap Tekanan Dalam (Internal Pressure)

2. Kalkulasi Terhadap Tekanan Luar (External Pressure)

3. Kalkulasi Column (Tall Tower)

4. Kalkulasi Penyangga

5. Kalkulasi Beban Nozzle

6. Kalkulasi MAWP

7. Kalkulasi Beban Angin dan Gempa (Wind & Seismic)

Bagian-bagian PV (Pressure Vessel part)

Bejana tekan dapat dibagi dalam beberapa bagian:

1. Kulit (Shell) merupakan bagian yang menyelimuti seluruh bagian dari bejana tekan.

Kulit bejana tekan ini meliputi:

  • Kulit silinder (cylindrical shell)
  • Kulit bulat (spherical shell)

2.  Head merupakan bagian penutup akhir dari suatu pressure vessel yaitu;

  • Sphere and hemispherical head
  • 2:1 Ellipsoidal or semi elliptical head
  • Flanged and dished head (F&D Head)
  • Cone and conical section

3.  Nozzle

Pada umumnya terdiri dari potongan pendek sebuah pipa yang dilas di kulit bejana tekan atau bagian head dengan sebua flange sebagai penghubung akhir ke pipa dengan menggunakan baut. Nozzle ini meliputi:

– Tipe secara umum:

  • Integrally reinforced
  • Built-up construction
  • Pad type (studding outlet)
  • Sight glasses
  • Elliptical manways

–  Tipe secara penggunaan:

  • Manways
  • Inspection openings
  • PSV
  • Instrument connections
  • Vents
  • Drains
  • Process connections

4. Penyangga

Struktur penyangga bejana tekan memiliki beberapa orientasi, seperti;

  • Skirt (straight or conical)
  • Leg support (braced or unbraced)
  • Rings
  • Lug support
  • Combination (lugs and legs, rings and legs, rings and skirt)
  • Saddle (attached or loose) (untuk tipe horizontal)

5. Flange

Flanges merupakan bagian penepat yang digunakan untuk menghubungkan flange pada pipa  dengan menggunakan baut secara bersama-sama. Flange ini meliputi:

– Tipe secara umum:

  • Slip on
  • Weld neck, long weld neck
  • Lap joint
  • Blind
  • Screwed
  • Plate flanges
  • Studding outlets
  • Reverse-type flange
  • Reducing flange
  • Graylock hub connector
  • Socket weld

–  Tipe berdasarkan permukaan flange:

  • Flat face
  • Raised face
  • Finish (smooth, standard, serrated)
  • Ring joint
  • Tongue and groove
  • Male and female

6.  Gasket

Gasket merupakan kemasan yang terbuat dari material yang dapat berubah bentuk (deformasi), biasanya usually in the form of a sheet or ring used to make a pressure-tight joint between stationary parts, include the following:

  • Ring, nonasbestos sheet
  • Flat metal
  • Spiral wound
  • Metal jacketed
  • Corrugated metal
  • Rings (hexagonal or oval)
  • Yielding metal gaskets (lens ring, delta ring, rectangular ring)
  • Elastometric (rubber, cork, etc)

7.  Internal Part Include the following:

  • Trays, seal pan
  • Piping distributors
  • Baffles
  • Demisters
  • Packing
  • Liquid distributors
  • Vortex breakers
  • Bed supports
  • Coils

Pressure Vessel

Pengenalan Pressure Vessel

Pressure Vessel atau disebut bejana tekan (dlm bahasa Indonesia) merupakan wadah tertutup yang dirancang untuk menampung cairan atau gas pada temperatur yang berbeda dari temperatur  lingkungan. Bejana tekan digunakan untuk bermacam-macam  aplikasi di berbagai sektor industri seperti industri kimia (petrochemical plant), energi (power plant),  minyak dan gas (oil & gas), nuklir, makanan, bahkan sampai pada peralatan rumah tangga seperti boiler pemanas air atau pressure cooker.

Di sektor industri, bejana tekan dirancang untuk pengoperasian yang aman pada tekanan dan temperatur tertentu secara teknik mengacu sebagai Design Pressure dan Design Temperature.

Bila sebuah bejana tekan yang dirancang tidak  tepat untuk  menahan tekanan yang tinggi maka bahaya keamanan akan mengancam. Oleh karena itu, standar rancangan dan sertifikasi bejana tekan dibuat melalui beberapa design code seperti ASME Boiler and Pressure Vessel di Amerika, Pressure Equipment Directive of the EU (PED), Japanese Industrial Standard (JIS), CSA B51 di Canada, AS1210 di Australia dan standar internasional lain seperti Lloyd’s,  Germanischer Lloyd, Det Norske Veritas, Stoomwezen, dll.

Tipe bejana tekan berdasarkan pada pembuatannya:

1. Bejana Tekan untuk Proses:

  • Trayed columns
  • Reactor
  • Packed columns

2.  Bentuk bejana

  • Horizontal
  • Vertical

3.  Penyimpan

  • Bullets
  • Spheres

Adapun bejana tekan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Berdasarkan fungsinya: seperti reactor, accumulator, column, drum, dll

2. Berdasarkan Material: besi/baja, besi tuang, aluminum, dll.

3. Berdasarkan cara pembuatannya: field/shop fabricated, welded, cast forged, multi-layered, dll.

4. Berdasarkan bentuk geometri: silinder, bulat/bola, kerucut, dll.

5. Berdasarkan tekanan: tekanan dari dalam, tekanan laur, tekanan atmosfir

6. Berdasarkan metode pemanasan: fired atau unfired

7. Berdasarkan orientasi bentuk: vertical, horizontal, dan miring

8. Berdasarkan instalasi: tetap (fixed), dapat diangkut (portable), dan sementara (temporary)

Dari keterangan di atas, kita dapat mendefinisikan sebuah bejana tekan, seperti bejana tekan vertical, unfired, cylindrical, stainless steel, fixed, welded separator for internal pressure.

sesak

warung kopi dipinggir jalan, adalah gelas besar
melarutkan buntu malam.
Kita yang singgah lama disana..adalah prajurit2 kalah perang
mengisahkan berulang-ulang kemenangan pertempuran2 kecil
berharap mampu menindas sepi

Meja kayu tak bertaplak, lapuk,kaki timpang,
kopi basi, kecoak menari..

Semalam ada penyair disini.
Lari dari sepi: rumah BTN yang menggusurnya
Malam disini kerap mendekapnya, kal sesak melantak

Malam adalah pengasuh yang tak ramah,tapi adakah lain pilihan?
Kita adalah anak-anak kehidupan hilang ayah tak tau dimana ibu,
sampai nanti, pagi memulangkan kita ke panti
dimana harapan yang piatu itu diasuh dan dibesarkan

Kita yang lama mengakrabi sunyi, tak pernah baik mengenal sunyi

bangunan kumuh di bibir jalan adalah ketenangan, tapi, jika dibalik reinkarnasi memang ada jalan, dia pastikan, di kehidupan berikutnya, tak akan pernah mau singgah disini..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.