(Bukan Lagi) Sebuah Pergumulan..

(Bukan Lagi) Sebuah Pergumulan..

Dia dulu begitu memujamu
Memelukmu hangat
sebelum lelap menjemput untuk menyelami malam
lalu menyapamu mesra sebelum menebar senyum pada pagi
tetap mengakrabimu,
Meski acap ditertawakan sebagai seorang bodoh
yang berharap nikmat sorga karena di dunia tak berdaya..

Meminta, berharap dan terimalah..!
Itu yang kau janjikan, itu yang mereka ajarkan, itu yang dia tau
lebih dari itu..lebih dari itu sudah dia lakukan
Ketika berharap putih, yang ada hitam
Ketika menunggu cerah, yang tersaji  pucat
berulang-ulang..berulang-ulang!
bahkan untuk sesuatu yang (katanya) bagimu sederhana..
Hingga kemudian dia sampai di suatu titik dimana BERHARAP menjadi sebuah hal yang MENAKUTKAN
Dia putuskan !
tak kan lagi pernah bertanya
tak lagi perlu meminta
(Bukan Lagi) Sebuah Pergumulan..
Mungkin sebuah penyangkalan

kau tak perlu sedih,
karena:
Jika memujamu adalah manis
dan memakimu adalah pahit
maka dia tidak manis, tidak juga pahit
dia hanya tak ber-rasa
Jika putih adalah malaikat
dan hitam adalah iblis
Maka dia tidak putih, tidak juga hitam
dia hanya tak berwarna

Begini lebih nikmat..tak memuja, tak meminta, tak berharap..tak peduli !

Berjalan saja..mengayun langkah di jalan takdir..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: