Sirungguk..

Duapuluh tahunan yang lalu, saat masih kanak-kanak, pada bulan desember seperti ini…memiliki pohon natal didalam rumah yang dihiasi dengan kerlap kerlip lampu warna warni serta kapas putih disela-sela daunnya sebagai pengganti salju adalah sebuah mimpi yang rasanya hampir mustahil menjadi nyata. Jangankan pohon natal, rumah diterangi lampu listrik juga rasanya sebuah mimpi. Seingatku waktu itu hanya ada satu rumah milik keluarga yang tergolong berada di desa kami Lumbanrau yang dihiasi gaba-gaba bak gereja lengkap dengan pohon natal.  Pada bulan Desember seperti ini setiap kali melintas di rumah yang berada di pinggir jalan utama desa itu, anak-anak kecil seperti kami suka memperlambat jalannya dan melongok ke dalam rumah itu, kalau sedang beruntung,ketika pintu atau jendela rumah itu sedang terbuka maka bolehlah mereka menikmati kerlap-kerlip lampu-lampu kecil itu meski dari jarak yang cukup jauh.

lycopodium_cernuum_profileKarena itulah ada rasa senang luar biasa kami (aku dan adik-adik) rasakan ketika di suatu sore sepulang dari ladang kami menjumpai sebuah pohon natal di pojok ruang rumah kami yang sederhana itu. Saya mendekat, mengamatinya penuh rasa ingin tahu. Tidak terlalu tinggi tetapi juga tidak terlalu pendek, sebahu saya.. Sebagian daunnya berwarna hijau muda dan sebagian agak kuning. Beberapa helai kertas krep dan kertas minyak berwarna yang digunting berpola dirajut sedemian rupa hingga mengelilingi pohon natal itu. Beberapa batang arung yang ditopang oleh batang bambu/tolong yang ditancapkan ke batang pisang yang menjadi batang utama pohon natal itu akan menjadi tempat lilin. Saya memegangi dan mengamati daun pohon terang itu, Oh, ternyata sirungguk. Saya tersenyum, dan diam-diam mengagumi ide kreatif bapak saya menciptakan pohon natal ini.

Tapi pohon natal belumlah sempurna hingga dia memberi cahaya, karena itulah disebut juga pohon terang. Kami masih harus menunggu hingga acara natal keluarga tiba supaya pohon natal itu benar-benar pohon natal yang sempurna, dihiasi cahaya lilin!.

Berita pohon natal asli ini cepat menyebar di antara teman-teman kami sepermainan. Hmm..bangga dan menyenangkan. memiliki pohon natal di rumah meskipun yang ini tanpa lampu kerlap-kerlip.

Hingga acara natal keluarga tiba. Pohon natal berbahan utama daun sirungguk itu menjadi “peserta” acara natal kali ini, berdiri di sudut rumah..sederhana, anggun dan bersahaja. Cahaya lilin yang kami nyalakan satu persatu yang dimulai dari bapak diikuti ibu dan anak yang paling besar hingga yang paling kecil melengkapi cahaya lampu petormax yang ada. Acara natal keluarga kali ini berbeda dari biasanya, rasanya natal tahun ini sempurna, tentu saja dari kacamata kekanak-kanakan kami…!.

Sejak itu membuat pohon natal dari sirungguk ini kemudian menjadi semacam tradisi dalam keluarga kami, pun setelah saya beranjak remaja dan bisa membuatnya sendiri.Bedanya degan buatan bapak, saya suka menambahkan hiasan bunga hidup warna-warni..

sirungguk11

Selamat Hari Natal..!

Sirungguk : Lycopodium Cernuum,sejenis tumbuhan semak setinggi 30-60 cm, barcabang banyak, berbatang rapuh tapi tidak mudah putus.

Arung : Tumbuhan mirip bambu tapi lebih rapuh yang tumbuh di daerah rawa/daerah berair.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: