Ketika Sang Pendekar Itu Bertobat

sarbutIni kisah nyata, sebuah kisah lain seputar hari natal, terjadi beberapa tahun yang lalu.

Adalah undangan perayaan natal dari sebuah organisasi pengojek yang datang ke kantorku membuatku sebagai pengurus persekutuan doa ditemani beberapa teman sekantor datang ke acara itu. Perayaan natal yang cukup unik, bertajuk :Perayaan Natal Keluarga Besar  Pengojek Kawasan Industri…
Beberapa hari yang lalu saya terima undangan dari mereka. Undangan yang dibuat dengan sederhana, tanpa warna dan tanpa hiasan gambar macam-macam.

Sambil mengisi waktu menunggu kotbah yang bertema Marlambas Ni Roha itu berakhir, saya membolak-balik tata acara ibadah, sejenak saya agak tercenung ketika di bagian akhir membaca panitia acara. Di bagian seksi keamanan ada nama Pendekar,  Bang Pendekar.
Pendekar, Tidak ada yang tau nama sebenarnya, tapi di daerah ini dia terkenal dengan panggilan itu, entah bagaimana mulanya kemungkinan besar karena  karena matanya yang memang buta sebelah sehingga terlihat seperti seorang pendekar di film-film laga zaman dulu. Pendekar, preman asal Flores yang namanya kerap menghiasi halaman berita harian sore, berita khusus kriminal karena kasus-kasus yang dia perbuat. Entah berapa puluh orang tukang ojek, supir metromini, orang-orang yang memasuki di kawasan industri itu yang luka ditangannya entah karena setoran yang tidak beres atau karena sebab-sebab lain. Malah setahun yang lalu ada yang meninggal dalam perkelahian dengan dia, tapi dia dibebaskan karena kemudian terbukti dia adalah pihak yang diserang dan dia hanya membela diri. Pihak management kawasan pun tidak kuasa menghentikannya, mereka hanya bisa sedikit membatasi ruang geraknya dengan mengangkatnya sebagai anggota keamanan lapangan. Pokoknya hampir semua orang yang pernah masuk kawasan itu tau nama Pendekar. Mungkin reputasi itu lah membuat pria bertubuh besar dan berkulit hitam itu nama itu diangkat menjadi bagian dari panitia.

Acara ibadah sudah selesai, seperti biasa, kini waktunya acara hiburan dan kata-kata sambutan sambil menikmati hidangan natal yang disediakan seadanya. Dua grup penyanyi trio sudah berlalu dengan suara khas lapotuaknya. Kembali pembawa acara naik ke pentas dan meneruskan pembacaan acara. “Selanjutnya kita akan nikmati lagu pujian berupa vokal solo yang dibawakan oleh saudara kita”. “Kepada abang kami Bang Pendekar waktu dan tempat kami sediakan..” Mendengar nama si Pendekar disebut, gedung yang tadi berisik dan hampir hiruk pikuk oleh ramainya pembagian makanan mendadak sepi, berubah jadi bisik-bisik,seperti tidak percaya,apa yang terjadi, apakah si Pendekar sudah bertobat?? Didalam tata tertib acara, acara vokal solo ini seharusnya tidak ada. Si Pendekar bernyangi lagu rohani ?. “Wah ini bakal jadi kesaksian pertobatan yang dahsyat”. Tidak berapa lama kemudian, seorang pria bertubuh tinggi besar, berkulit hitam, berambut gondrong dan -maaf- matanya yang satu berwarna putih semua naik ke atas panggung memegang microphone lalu menuju ke arah pemain keybord, seperti mencocokkan suara dengan musik. Ada mimik wajah yang susah diartikan di wajah pemain keyboard, jelas..wajah kebingungan. Pendekar maju ke tengah panggung, dia memperbaiki kerah bajunya seperti berusaha menutupi tato yang menutupi leher dan dadanya. Semua mata tertuju ke panggung, musik intro dari keyboard perlahan mengalun…

Beberapa detik kemudian, sambil menengadah ke atas, memejamkan mata..lalu Bang Pendekar mulai menyanyi…..

.

.

.

.

.

.

.

.

Di waktu ku masih kecil..
Gembira dan Senang..
Tiada duka ku kenang..tak kunjung mengerang..
Di sore hari nan teduh..ibuku bertelut..
Sujud berdoa kudengar namaku Disebut

Lagu Nikita kecil pun mengalun lembut.. ternyata Bang Pendekar adalah seorang Rambo berhati Rinto..ya..setidaknya di malam Natal ini..🙂. Selamat Hari Ibu dan Selamat menyambut Natal..!

merry_christmas-1

One Response

  1. Bang dang nyambung logu ni si Pendekar i tu ari Natal ate! bang boado kabar nuaeng sehat do? Merry Christmas da Bos……….!

    Dang nyambung kale, alai na paling ergetna muse, pareman alai endena ende ni si Nikita🙂, Sehat jala luar biasa do kabar dison kale-kale.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: