Website Pemkab Toba Samosir, Website Seribu Baju

WEB

Entah apa yang ada di benak tim PDE Pemkab Tobasa saat mendesign website Pemkab Tobasa ini. Melihat dari tampilan dan content-nya yang (-maaf-tak lebih dari situs pribadi seorang anak SMP) ada beberapa asumsi yang muncul di benak saya. Pertama,  Staff PDE Pemkab Tobasa hanya sekadar melakukan pekerjaan, sekadar mengisi jam kerja tanpa motivasi yang sungguh-sungguh dan tidak mengetahui dengan benar apa tujuan pembuatan situs ini. Jika ini masalahnya maka tidak ada cara lain anda harus mengubah pola pikir anda, dan sadari bahwa anda digaji oleh rakyat. Kedua, staf PDE kekurangan resources bisa kekurangan staff atau staff banyak tapi kemampuan / skill kurang. Jika ini masalahnya, Staff PDE harus banyak-banyak belajar lagi tentang pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung kemajuan organisasi berbasis pemerintahan termasuk bagaimana mendesign situs pemerintahan dengan benar. Di Sitolu Ama, Laguboti ada Politeknik Informatika DEL. Anda boleh konsultasi dengan mereka, sebagai sebuah istitusi pendidikan yang bervisi kepada kemajuan bonapasogit saya yakin mereka akan dengan senang hati membantu. Ketiga, Pemkab Tobasa tidak memberi dukungan berupa data yang memadai, akurat dan benar dan dana yang cukup. Jika ini alasannya, bupati tobasa harus mengubah cara pandangnya terhadap teknologi informasi, denan membuat alokasi dana pada anggaran belanja kantor pemkab Tobasa untuk peningkatan skill dan kemampuan staff PDE berupa training atau studi banding.  Lalu tempatkan tim teknologi informasi (anda menyebutnya PDE) sebagai salah satu tim inti dalam organisasi pemkab Tobasa, bukan di level kedua atau ketiga.

Penilaian saya ini sebenarnya tidak muncul serta merta atau tiba-tiba, dari beberapa tahun yang lalu kondisinya sudah seperti itu, hanya saja saya dan mungkin banyak warga Tobasa lain menduga situs ini pada masa itu masih dalam pengembangan sehingga menganggapnya sesuatu yang wajar. Tapi mengingat usia Kabupaten Tobasa yang sudah hampir sepuluh tahun, kok rasanya mustahil ya pengembangan situs makan waktu yang begitu lama. Sejauh yang saya ikuti selama ini, memang perubahan hanya di bagian kulit luar. Tampilan, theme, baju cukup sering berubah, dalam dua tahun terakhir mungkin sudah tiga atau empat kali tukar baju, makanya situs ini saya sebut situs seribu baju.
Tampilan, theme, baju berubah tapi esensi terlupakan karena kontent/isi tetap.

Apapun itu alasannya, Pemkab Tobasa tidak bisa berlama-lama membiarkan keadaan ini. Sebagai sebuah situs yang menjadi jendela Kabupaten Tobasa bagi dunia luar seharusnya bisa menyajikan informasi lengkap dan bisa menjadi rujukan (referensi) bagi masyarakat luas yang ingin mengetahui situasi, potensi dan kemungkinan investasi di sana. Sediakan data yang lengkap, benar dan akurat tidak bias seperti data sekarang. Seandainya saya seorang pengusaha dan bermaksud mencari lahan investasi yang lain, saya tidak akan bersedia menanamkan modal saya di Tobasa karena saya TIDAK MELIHAT ADA PELUANG disana, karena informasinya terlalu sedikit dan bias. Atau ada teman yang bermaksud membawa koleganya yang dari luar negeri untuk berwisata disana, tentu saja dia akan ragu untuk promosi, bagaimana dia bisa promosi jika tidak ada suatu BUKTI yang bisa dia tunjukkan, minimal figure/gambaran lokasi yang akan mereka kunjungi.

Di jaman yang berubah serba cepat ini kemampuan mendapatkan informasi yang tepat dan akurat menjadi salah satu faktor penting dalam pengambilan keputusan, termasuk dalam bisnis. Ini harus benar-benar disadari pemerintah kabupaten tobasa jika ingin program-program, visi dan misi yang mereka rancang, TOBAMAS 2010 tercapai

Hits
Hit

Sedikit bermain angka-angka. Saya melihat pengunjung/visitor situs ini sebenarnya cukup ramai, dari September 2007 saja ada 23550, katakanlah dari 23550 tersebut ada 1000 pengunjung yang unik (angka 1000 ini tinggi, tapi saya yakin akurasinya cukup tinggi karena biasanya setelah mengunjungi situs Pemkab Tobasa orang MALAS berkunjung lagi, mengingat informasi yang miskin, berita jarang diupdate dan tampilan yang kurang bagus, jadi memberi angka kunjungan ynang unik sampai 1000 sy rasa acceptable). Dari 1000 orang katakanlah ada 10 persen orang berduit maka jumlahnya 100, jika dari 100 orang ini ada 5 % saja yang tertarik berinvestasi maka dalam 3 bulan  ada 5 calon investor baru. Hal yang sama berlaku untuk pariwisata, dari 1000 orang ada 50 persen yang hobby jalan-jalan maka ada 500 orang yang mempertimbangkan untuk melakukan perjalanan wisata ke Tobasa, dengan catatan tentu saja infrastruktur pariwisata di Tobasa layak dikunjungi.
“Adik” kita, Kabupaten Samosir nampaknya cukup menyadari hal ini. Tidak ada salahnya berkunjung ke situs mereka, belum terlalu lengkap sih tapi saya pikir bolehlah liat-liat , sekadar supaya ada gambaran:
http://www.samosir.go.id/

Oh..sedikit saran lagi : Lain kali kalau ada baju baru lagi, tolong kedua bapak-bapak yang di banner itu kalau bisa ngga usah nampang lagi deh..🙂

Candra HP Siregar
Warga Lumbanrau,
Kecamatan Habinsaran
Toba Samosir

7 Responses

  1. Oh..sedikit saran lagi : Lain kali kalau ada baju baru lagi, tolong kedua bapak-bapak yang di banner itu kalau bisa ngga usah nampang lagi deh..🙂

    Si baju putih imajiner :
    Ah lae ini… masa inang2 yang disebelah bisa nampang aku tak bisa.. tak adil kow lae…

  2. hahaha….. saya dengar bocoran dana untuk pembuatan situs ini ……….. mantap kali bah… boha do ate

    Hariara: So binoto halak parkantor bupati on lae, dibayarhon lima juta tu sipature website nunga tung apala bagak baenonna i🙂, Holan data do sileanonnna..

  3. setuju lae bah… ai tung so huboto do cara ni na mambahen situs on… apala narsis ma hubereng. coba hamu lae mambuka pake opera…

    • serupa mo i silih bage website dairi & pakpak bharat. Malas ma ngo ndiri mengidah kumerna oda lot informasi na up date. cape deh….

  4. Saya juga sangat menyayangkan situs tobasa itu. yg utama nama” DPRD yg gak penting,. dikitlah pentungnya, sdangkan aset tobasa tak ada yang terkuak n gman cara ksana, minim info.. miris lah..

    aku malah lbh tertarik liat samosir, situsnya..

  5. Web Tobasa tidak lain adalah pembodohan publik, seandainya masih mampu untuk malu, pejabat terkait harus mundur….
    Orang yang sudah tidak mampu untuk merasa malu tentu jauh lebih sadis dari hal yang dapat dipikirkan…
    Orang Gila saja terkadang masih sanggup untuk merasa malu.

  6. Tangkap Koruptor Proyek Asahan III !!!
    Ataukah harus dengan rakyat turun kejalan??
    Kau punya kekuasaan untuk menyakiti/menindas/memindahkan keluarga orang yg tidak tunduk kepadamu serta membodohi rakyat Toba Samosir dan aku telah mempersiapkan rakyat untuk melawan mu bodoh….!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: