Yang Tersisa Dari (sehabis) Nonton Nagabonar(Jadi)2

Setelah kehabisan bahan gombalan untuk bisa mengajak Tiur supaya bersedia saya “antar” nonton Nagabonar (Jadi) 2, terpaksa saya harus nonton sendiri. Tapi ternyata kesendirian itu tidak mengurangi keasyikan dan kenikmatan menonton film ini. Melihat wajah Dedy Mizwar pada film yang berjudul sama (plus tambahan 2 kata dibelakang) memicu ingatan saya sejenak kembali pada 20 tahun lalu ketika sequel pertama film ini diputar. Waktu itu saya masih kelas 4 SD harus berhimpitan dengan kedua saudara saya ditambah bapak di atas motor-honda bututnya menuju gedung sekolah SMP tempat layar tancap dimana film ini diputar, membeli karcis seharga 50 perak.  
Cerita film pun mulai mengalir……

Setelah puas bernostalgia, tergelak-gelak dengan humor segar yang mengalir ditambah terbawa suasana konflik bathin dalam cerita plus menikmati logat batak yang (menurut saya orang batak asli ada beberapa yang -maaf-terdengar sedikit agak dipaksakan🙂 ) .

Penonton pun bubar…

Sampai kemudian tiba di kafe kecil di sekitar studio, sambil menyeruput kopi saya kembali teringat salah satu dialong di film : Dialog yang terjalin antara Nagabonar dan Monita di sebuah taman ketika Bonaga Cs asyik dugem. “Mengapa kau mencintai Bonaga?” Tanya Nagabonar – tentang anak tunggalnya pada Monita, gadis cantik partner kerja anaknya yang ia tau diam-diam mencintai anaknya.. Dengan ekspresi penuh antusiasme Monik menjawab :  “Bonaga itu masih muda, lulusan S2 luar negeri. Memiliki karier yang bagus. Kaya dan ganteng. Itu sudah cukup jadi alasan bagi wanita manapun untuk jatuh cinta padanya..”, ujarnya sambil tersenyum disambung tawa kecil.. Nagabonar lalu mengeluarkan sebuah foto lusuh dari dompetnya. Lecek, kusam dan hampir pudar dimakan usia.. “Ini foto Kirana, Emaknya Bonaga, Istriku yang paling Aku cintai”, Nagabonar tua mulai bernostalgia. “Kamu tahu, dia adalah gadis yang paling diidamkan di kampung waktu itu. Cantik dan pintar, anak seorang dokter, Lahir dari keluarga yang berkecukupan pula” lanjutnya “Tapi mengapa ia memilih aku sebagai suaminya? Seorang tukang copet, berandal, tidak ganteng, bukan dari keluarga kaya, bahkan tidak bisa mengaji pula?” Setelah terdiam sejenak, seperti mencoba mencari kata yang tepat, Monita menjawab : Saya pikir wanita pada berbagai zaman memiliki alasan yang berbeda untuk mencintai seorang pria.. 
Sambil memegangi gelas kopi saya saya memandangi pasangan di depan saya sambil bertanya pada diri sendiri..hmm alasan apakah yang dimiliki gadis cantik, tinggi semampai di depan ini untuk mencintai pria pendek dan jelek (🙂 ) yang disampingnya itu? yang pasti bukan tampang🙂 ….harta? otak?..  
Tidak cukupkah wajah tampan ini (narsisku kumat..🙂 ) menjadi alasan bagi Tiur untuk bersedia saya “temani” ke tempat ini ?🙂
Anyway…saya pikir alasan apapun yang dimiliki setiap wanita untuk mencinta seorang pria selama itu mereka nikmati jadi sumber kebahagiaan bagi mereka berdua..itu mulia..

Tiur (bukan nama sebenarnya) : Cewek manis yang nge-kost di rumah sebelah yang pernah gua approached sebelum kemarin saya putuskan untuk berhenti, saya pikir mungkin saya tidak (belum) punya alasan yang cukup kuat buat sekedar dia lirik🙂 ..…  

3 Responses

  1. Oalah.. jangan langsung menyerah gitu dong lae..
    Mungkin treatment pendekatannya blom pas..
    Cobalah trik yang lain.. Mudah2an berhasil ya🙂

  2. Tiur melambai kalee

  3. ha..ha.. ada aja cerita sincan ini.. mosok iyo sih masih ada yg cuexin adek ku ini yg memiliki byk kelebihan …??? mungkin sblm meng-approach, sincan perlu renungkan kata2 ini : “siapa kah wanita yg beruntung mendapatkan saya ? ” he..he…

    Makasih kakakyu..🙂.”Siapakah wanita yang beruntung mendapatkan saya?”. Diucapkan tiga kali sebelum approaching..Hmm..sounds like mantra🙂. Jadi pengen cepat-cepat nyoba nih he..he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: