Kupanggil Dia Diara..

Kupanggil dia Diara..
Nama yang saya sudah lupa pernah dengar atau baca dimana
Kupanggil dia Diara..
Gadis yang kulihat di sebuah pantai
Diam…dingin tak berekspresi
Tak berekspresi khusyuk saat berkontemplasi waktu ibadah tiba
Pun tidak lantas cerah ceria ketika keriuhan mewarnai pantai
Cantik..gumamku
Sayang terlalu dingin..
Tak ada peluang untuk membuka suara..
Jangan salahkan ke-dingin-annya..
Saya pikir kamu yang tidak punya keberanian
Untuk sekedar ulurkan tangan dan berkenalan barangkali?
Tidak..kataku menyangkal
Sok keminter dan sedikit bernada membela diri atas ketidakberanian,
Saya menceramahi diri sendiri :
Biasanya gadis yang begitu, tak ingin lagi diganggu oleh siapapun
Karena hatinya telah terpatri pada seseorang
Ooo..gumamku membenarkan kesoktauan-ku
Kali ini menghibur diri :
Tidak apa..kamu masih bisa panggil dia Diara
Tanpa perlu tahu siapa namanya yang sesungguhnya
Tanpa perlu dia tahu kamu siapa…
Lagipula bukankah tidak sekalipun dia melirik apalagi melihat kamu..?
Jadi jangan terlalu berharap..

…………………..
Tujuh bulan lima belas hari sejak saya melihatnya pertama kali
Masih kupanggil dia Diara
Tak sengaja saya bertemu dengan sahabatnya dipantai waktu itu
Saya ingat gadis ini, gadis yang dengan penuh khyusuk mengikuti ibadah waktu itu
Sedikit berbasa-basi lalu sok akrab saya mengajak sedikit bercerita
Mengingatkan dia pada temannya waktu itu..
Dengan tulus dia memberitahu nama sekaligus nomor handphonenya
Hmm..bukan pura-pura ibadah khyusuknya waktu itu, gumamku
Agak malam..nyaris terlupa…
Dengan sedikit memberanikan diri…
Saya menekan huruf-huruf di keypad HP
Merangkai satu kalimat bernada SKSD…sok kenal sok dekat :

      Slmt malam Bu, bgimana kabarnya?"

Tanpa Nama…

Lalu menunggu..
10 detik..20 detik..satu menit..dua menit
5 menit….1 jam..2 jam..
berulang-ulang melirik HP..tidak ada getar..tidak juga suara..
Yah sudahlah, wajar..karena dia tidak kenal saya, ujarku kembali menghibur diri
Lagipula bukankah dia sudah tidak butuh mengenal laki-laki lain lagi ?
Hingga pagi datang..sibuk bekerja..melupakan penantian itu
Tiba-tiba, Ada pesan pendek masuk, berbunyi :

    "Selamat Pagi Hariara. Sorry br bs bls, Saya sibuk sekali smlm. Sy baik-baik sj, Kenapa baru SMS Saya sekarang?"


Hah..??, dia mengenal saya?
Dia tau pesan pendek itu saya ?
Dan bertanya MENGAPA baru sekarang?

Sayang dia sudah terlanjur pergi jauh dari sini…terpisah ruang dan waktu
Tidak mengapa..karena sepotong pesan pendek di pagi siang atau malam,
Cukup untuk mengingatkan dia
Bahwa disini selalu ada sebaris doa terpanjat demi kebaikan dia
Hmmm… saya yakin sekarang tidak ada lagi wajah dingin itu
Saya tahu dari nada suara yang terdengar ceria setiap kali berbicara..
Karena bukankah Diara berarti “CERAH”?

Sampai sekarang masih kupanggil dia Diara..

Ha..ha..ha.. sungguh naif sekali kamu Hariara..
Tidak apa-apa..mudah-mudahan ketika dia membaca ini dia bisa tersenyum..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: