Mengkel Nama Au !~Saya Hanya Bisa Tertawa!

Mengkel Nama Au ~ Tongam Sirait

Akhir-akhir ini ada perubahan yang tidak saya suka dari diri saya, saya jadi melankolis!
Padahal sepanjang yang saya ingat, tanpa bermaksud jumawa, ada banyak situasi dalam hidup yang saya alami yang sebenarnya cukup untuk membuatku untuk tidak sampai disini, tapi sejauh ini entah dengan kekuatan darimana…masih bisa saya lalui.
Kendati begitu, dua tahun terakhir ini, hingga kini masih terasa, ada beberapa peristiwa yang membuat saya kini sering merenung apa, mengapa begini dan akan kemana arah hidup ini?
Terus terang saya bukan orang yang cukup religius, yang menurut bahasa yang alkitabiah : memiliki hikmat yang cukup untuk memasrahkan kepada “Satu Kuasa” yang sama sekali tidak dapat saya sentuh, tidak dapat saya lihat. (Atau mungkinkah di “ketidakberhikmatan” itulah sebenarnya sumber kegagalan dan ketidakjelasan arah hidup yang saya alami kini?? Entahlah..).

Kembali ke soal saya jadi seorang yang melankolik tadi, tadi pagi -mumpung hari Sabtu-, sambil melakukan pekerjaan yang tidak seberapa urgent saya menikmati alunan lagu-lagu batak yang terkenal (kebanyakan) melankolis cenderung cengeng. Playlist yang diset play-random menghantar untuk mendengar satu lagu dari Tongam Sirait dari album “Nommensen” bertitel “Mengkel Nama Au”.
Liriknya kurang lebih bercerita tentang ketidakberhasilan atau ketidakpuasan dengan apa yang telah diperoleh dalam hidup pada usia/umur  yang sudah sekian..Sambil menikmati saya bergumam :”hmm..begitulah hidup ini ..”
Selain lagunya memang bagus -tanpa bumbu melankolis :)-, suara tawa Tongam dan lirik kata horas mengakhiri lagu ini dengan manis, akhir unik ini cukup kuat untuk menyiratkan : bahwa banyak hal-hal yang memang tidak dapat kita raih dalam hidup ini, bahwa banyak hal dalam kehidupan ini yang berada diluar jangkauan dan kemampuan kita, jika sudah begitu tidak perlu memaksa diri, tidak perlu bersedih, Tertawalah…!
“…Mengkel nama au unang marsak au..”
“…Mengkel nama au unang holsoan au..
“…Horas..asalma sai horas..”

Lirik lengkapnya :Jumpang Ari, Jumpang Bulan..Jumpang Nang Taon Muse
Ari-ari Tapasuda, So Adong Namoru Hape..
Nunga Lam Suda Ari-Arikku
Nunga Lam Loja Mamingkiri
So Adong Namuba Dope
Hape Umur Nunga Lam Matua So Tarulahan
Hape Daging Pe Nunga Lam Loja So Tarambatan
So Adong Nahudapot dope


Mengkel Nama Au..unang holsoan Au
Mengkel Nama Au ..unang marsak Au
Iee..iee..

Nunga Lam Suda Ari-arikku
Nunga Lam loja mamingkiri
So Adong Namuba Dope
Hape Umur nunga Lam matua so tarulahan
Hape Daging Pe Nunga lam Loja So Tarambatan
So Adong Nahudapot dope
Mengkel Nama Au..unang holsoan Au
Mengkel Nama Au ..unang marsak Au
Iee..iee..
Horas..Horas..
Horas…Horas..
Asal ma Sai Horas..

About the Album :
Album : “Nommensen”
Artist : Viky Sianipar, Featuring : Tongam Sirait
Tahun : 2004
Lagu-lagu dalam album ini bergenre pop rock yang dipadu dengan musik tradisional batak dengan sangat apik oleh Viky Sianipar..
Lagu “Mengkel Nama Au” dalam album ini buat saya pribadi merupakan salah satu lagu batak terbaik yang pernah saya dengar.
Hanya heran..kok nampaknya lagu dan album ini tidak begitu populer ya ?? :(

Mudah-mudahan ada yang penasaran lagunya seperti apa :)
With Thanks to Lae Charlie (Silaban.Net), Nah kalo mau dengar lagunya seperti apa, Silaban.Net, punya podcast-nya. Click saja disini : http://www.silaban.net/podcast.php  lalu pilih menu “sihar”.
Neh screenshot-nya :
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

Yang Tersisa Dari (sehabis) Nonton Nagabonar(Jadi)2

Setelah kehabisan bahan gombalan untuk bisa mengajak Tiur supaya bersedia saya “antar” nonton Nagabonar (Jadi) 2, terpaksa saya harus nonton sendiri. Tapi ternyata kesendirian itu tidak mengurangi keasyikan dan kenikmatan menonton film ini. Melihat wajah Dedy Mizwar pada film yang berjudul sama (plus tambahan 2 kata dibelakang) memicu ingatan saya sejenak kembali pada 20 tahun lalu ketika sequel pertama film ini diputar. Waktu itu saya masih kelas 4 SD harus berhimpitan dengan kedua saudara saya ditambah bapak di atas motor-honda bututnya menuju gedung sekolah SMP tempat layar tancap dimana film ini diputar, membeli karcis seharga 50 perak.  
Cerita film pun mulai mengalir……

Setelah puas bernostalgia, tergelak-gelak dengan humor segar yang mengalir ditambah terbawa suasana konflik bathin dalam cerita plus menikmati logat batak yang (menurut saya orang batak asli ada beberapa yang -maaf-terdengar sedikit agak dipaksakan :) ) .

Penonton pun bubar…

Sampai kemudian tiba di kafe kecil di sekitar studio, sambil menyeruput kopi saya kembali teringat salah satu dialong di film : Dialog yang terjalin antara Nagabonar dan Monita di sebuah taman ketika Bonaga Cs asyik dugem. “Mengapa kau mencintai Bonaga?” Tanya Nagabonar – tentang anak tunggalnya pada Monita, gadis cantik partner kerja anaknya yang ia tau diam-diam mencintai anaknya.. Dengan ekspresi penuh antusiasme Monik menjawab :  “Bonaga itu masih muda, lulusan S2 luar negeri. Memiliki karier yang bagus. Kaya dan ganteng. Itu sudah cukup jadi alasan bagi wanita manapun untuk jatuh cinta padanya..”, ujarnya sambil tersenyum disambung tawa kecil.. Nagabonar lalu mengeluarkan sebuah foto lusuh dari dompetnya. Lecek, kusam dan hampir pudar dimakan usia.. “Ini foto Kirana, Emaknya Bonaga, Istriku yang paling Aku cintai”, Nagabonar tua mulai bernostalgia. “Kamu tahu, dia adalah gadis yang paling diidamkan di kampung waktu itu. Cantik dan pintar, anak seorang dokter, Lahir dari keluarga yang berkecukupan pula” lanjutnya “Tapi mengapa ia memilih aku sebagai suaminya? Seorang tukang copet, berandal, tidak ganteng, bukan dari keluarga kaya, bahkan tidak bisa mengaji pula?” Setelah terdiam sejenak, seperti mencoba mencari kata yang tepat, Monita menjawab : Saya pikir wanita pada berbagai zaman memiliki alasan yang berbeda untuk mencintai seorang pria.. 
Sambil memegangi gelas kopi saya saya memandangi pasangan di depan saya sambil bertanya pada diri sendiri..hmm alasan apakah yang dimiliki gadis cantik, tinggi semampai di depan ini untuk mencintai pria pendek dan jelek ( :) ) yang disampingnya itu? yang pasti bukan tampang :) ….harta? otak?..  
Tidak cukupkah wajah tampan ini (narsisku kumat.. :) ) menjadi alasan bagi Tiur untuk bersedia saya “temani” ke tempat ini ? :)
Anyway…saya pikir alasan apapun yang dimiliki setiap wanita untuk mencinta seorang pria selama itu mereka nikmati jadi sumber kebahagiaan bagi mereka berdua..itu mulia..

Tiur (bukan nama sebenarnya) : Cewek manis yang nge-kost di rumah sebelah yang pernah gua approached sebelum kemarin saya putuskan untuk berhenti, saya pikir mungkin saya tidak (belum) punya alasan yang cukup kuat buat sekedar dia lirik :) ..…  

This is Where..

This is the place where I always be welcome..
This is the place where my voice always listened..
This is the place the where I can cried out as loud as i want..
This is the place where I can wrote as long as I can…
This is the place where I’ll never be banned..
This is the place where I belong..

This is the place.. and this is My Blog

Parnagetep~Pargetep=Yang Empunya Uang

 tugu3.jpgSaya memutuskan ini menjadi postingan saya yang pertama di blog ini. Seperti yang saya bilang di page Tentang, saya orang yang suka tidak konsisten, sebenarnya dulu saya sudah membuat satu Website khusus tentang topik ini (Parnagetep) tapi tidak sampai selesai karena terbentur masalah pengumpulan data / data collection (sialnya saya (tidak konsisten lagi)  tidak berusaha serius mencari datanya). Sudah..sudah back to postingan.. :)

Dulu saya orang yang suka menyombongkan diri dalam hati dengan berkata oppung (kakek leluhur) saya dulu namanya Parnagetep (bisa juga dilafalkan dengan Par-getep; par=Yang punya, Getep=uang)  yang artinya Yang empunya Duit. Saya begitu membanggakan oppung saya itu sebagai seorang perantau dari tanah Muara (Samosir) ke tanah Habinsaran bisa sukses menjadi orang kaya dan banyak uang. Nah…berangkat dari nama (gelar) besar ini, dengan bahasa yang sedikit kampungan saya suka berkata pada diri sendiri “Oppung-mu saja yang tidak mengenal huruf dan angka begitu bisa jadi orang kaya dan punya duit banyak, Masa kamu ngga bisa ?? kamu juga harus seperti dia, punya banyak duit, kaya, makmur dll”… Bayangan oppung saya dulu kaya raya, dihormati, punya sawah ladang yang luas sering menari-nari dalam bayangan saya apalagi kalau sedang pulang kampung. Pokoknya saya memiliki ambisi untuk mengulang lagi “sejarah” sukses oppung saya itu,

Tapi setahun yang lalu kesombongan dan ambisi itu runtuh…, penyebabnya adalah acara pesta tugu ompu Parnagetep yang diadakan oleh keluarga besar pomparan/keturunan ompu Parnagetep Siregar. Setelah tugu (prasasti) sebagai salah satu wadah/simbol pemersatu bagi keturunan Ompu Parnagetep Siregar selesai dibangun, akan diadakan pesta tugu (semacam pesta peresmian) . Nah.. sebelum acara pesta tugu dilakukan, terlebih dahulu akan diadakan pesta “Pasidung Ari-ari”. Lazimnya pada adat Batak, setiap orang tua yang sudah meninggal harus terlebih dahulu diadakan acara “pemberangkatan” yang disebut pesta “Pasidung Ari-ari”. Bagian inilah yang kemudian membuat saya terhenyak, ketika acara pesta pasidung ari-ari berlangsung bapak saya dengan sedikit linangan air mata membacakan riwayat hidup dan tujuan diadakannya acara / pesta pada hari itu adalah “Pasidung ari-ari ni ompunami/ pesta pemberangkatan leluhur kami) yaitu Ompu Parnagetep Siregar yang karena KEMISKINAN beliau pada masa hidupnya acara/pesta pasidung ari-ari-nya nya tidak dapat dilakukan oleh anak-anaknya. Seketika saya dapat membayangkan betapa miskinnya mereka pada waktu itu sehingga untuk sekedar mengundang tetangga dan membuat acara makan dan pemberangkatan yang sederhana sajapun mereka tidak mampu. Saya menjadi malu…malu pada diri sendiri sekaligus pilu…

parnagetepdekatkecil1.jpgApakah nama “Parnagetep=Yang Empunya Uang” waktu itu semacam harapan yang disandangkan oleh bapaknya kepada ompung kami tersebut? dengan harapan kelak akan jadi yang punya banyak uang? semacam wishes gitu?? saya tidak tau..tapi apapun itu, bagaimanapun maknanya..sama sekali tidak mengurangi kebanggaan saya pada ompung kami tersebut..kebanggaan dan rasa hormat dalam bentuk yang lain yang terlalu luas untuk saya deskripsikan ! 

……Bersambung ke Parnagetep2 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.