Alusi Au*

Setelah ini, jangan lagi ada kata menunggu diantara kita. Cukuplah aku dengan bayanganku yang berbincang-bincang di ruang sunyi bertembok sepi, diterangi lentera redup. Aku lelah walau hanya duduk. Aku letih walau tidak kemana-mana. Jiwaku terlalu sering gelisah karenamu. Dia merintih pedih digores belati kata yang menyiratkan cinta. Cukup sampai di sini, di ruang tunggu ini. [...]