Batak si Rentenir

Batak si RENTENIR.

Nampaknya bakal ada lagi (atau sudah?) stereotype tidak terhormat yang bakal disematkan pada kita (orang Batak) setelah beberapa stigma jelek berhasil kita (Batak) sandang selama ini seperti: Preman, tukang copet, garong, black lawyer, tukang oplos oli/minyak, sitangko soban (illegal logging) sampai koruptor, yaitu : RENTENIR alias LINTAH DARAT, bahasa professional bataknya : SIPADALAN HEPENG !!

Dibanding orang (di) Jawa atau daerah/suku lain yang sudah menjalani profesi ini sejak jaman kolonial, profesi ini memang masih termasuk profesi baru bagi halak hita, tapi seperti biasa untuk urusan/pekerjaan yang berbau kelicikan dan beraroma intimidasi biasanya halak hita cepat tanggap dan menguasai pasar termasuk yang profesi yang satu ini.

Krisis ekonomi yang berkepanjangan yang dialami negara kita ditambah semakin sering tidak terkendalinya harga-harga membuat “kalkulasi” keuangan masyarakat terutama golongan bawah sering meleset, nah..akibatnya mereka sering dihadapkan pada keadaan terpojok dan tidak punya pilihan selain berhutang / mencari pinjaman entah dari siapa dan mengorbankan apa. Kondisi inilah yang dikelola dengan sangat baik oleh para rentenir tadi.

Pekerjaan rentenir ini dijalankan dengan beberapa medote: ada yang berkedok usaha berbadan usaha berupa Koperasi Simpan-Pinjam dan ada juga yang mengelolanya secara  pribadi yang menjadikannya sebagai sumber penghasilan utama atau sebagai usaha sampingan. Rentenir yang berkedok koperasi SIMPAN-PINJAM memiliki SURAT IZIN Usaha yang diterbitkan oleh pemerintah setempat, berpegangan surat izin ini, mereka melakukan praktek PINJAM-SITA (bukan pinjam-simpan, karena nyatanya tidak pernah ditemukan orang menyimpan di koperasi gadungan ini).Yang ada sita,sita barang apabila tidak mampu melunasi. Jenis pinjaman yang disajikan bermacam, mulai dari yang tanpa agunan, surat-surat becak, motor, ijazah hingga surat tanah. Lamanya jangka pinjaman bervariasi mulai yang dipungut harian, mingguan hingga bulanan. Tapi bagaimanapun modusnya, seperti apapun dikelola tujuannya satu : MENARIK “BUNGA” SEBESAR-BESARNYA.

Beberapa waktu yang lalu saya berbincang-bincang dengan seorang teman, ada saudaranya yang menelepon untuk minta bantuan. Ceritanya, si saudara TERPAKSA meminjam dari rentenir sebesar Rp. 10 juta  untuk biaya pengobatan orangtuanya yang harus secepatnya dibawa ke rumah sakit. Si rentenir (yang –tentu saja- halak hita) dengan senang hati memberi “bantuan” dengan memberi pinjaman. Perjanjiannya si –peminjam/si saudara ini “hanya perlu” membayarkan bunganya setiap bulan hingga ia bisa melunasi utangnya yang 10 juta. Dengan prinsip “ bayar bunganya saja dulu, pokok pinjaman pikirkan belakangan” kelihatannyan tidak membenani si peminjam. Padahal dengan pembenanan bunga yang tidak tanggung-tanggung : 20 % dari sisa pokok / hutang, sipeminjam sebenarnya sedang menjerat tali semakin sesak dilehernya.

Bayangkan besarnya beban yang harus ditanggung si peminjam. Jika setiap bulan ia hanya sanggup membayar 2 juta maka dalam setahun ia sudah menyumbang 24 juta pada si rentenir sementara pokok hutangnya masih tetap 10 juta rupiah!  

Madu manis ini nampaknya benar-benar diminati oleh manusia-manusia bergenetika vampire sehingga semakin hari jumlahnya semakin banyak , sialnya sebagian besar golongan itu didominasi halak hita  terutama di kota-kota besar.

 

Gereja dan Organisasi Marga/Punguan Mengapa diam ?

Gereja atau punguan-punguan berbasis massa halak hita / batak, entah mengetahui fenomena ini entah tidak yang pasti tidak pernah sekalipun merasa terusik dengan kenyataan ini. Padahal kerap anggota punguan atau jemaat/ruas, anggota punguan ama/ina bahkan pengurus gereja terlibat dalam praktek-praktek bisnis tak bermoral tersebut. Anehnya mereka bisa hidup dengan normal bahkan merasa memiliki kualitas rohani yang lebih baik dari sesamanya.

Gereja atau punguan, entah karena rentenir-rentenir tersebut kerap menjadi “sumber dana” dan donatur dalam kegiatan-kegiatan gereja/organisasi seolah tutup mata. Sebagai persekutuan yang kudus, gereja harus berani mengambil tindakan atas jemaat yang melakukan penipuan berkedok bisnis. Kalau perlu buat aturan yang melarang jemaat/anggota punguan melakukan praktek simpan pinjam (rentenir), jangan hanya membuat peraturan yang mengatur syahwat jemaat.Salah satu kelemahan terbesar gereja dan punguan halak hita saat ini adalah terlalu permisif terhadap hal-hal semacam ini.

34 Responses

  1. memang betul itu lae,,,gara2 keuntungan itulah makanya banyak manusia bergenetika lintah darat bermunculan, tapi apa boleh buat, realnya, semua peminjam itu tahu pasti bahwa meminjam dari koperasi atau rentenir sangat bessar bunganya, tapi mereka tidak ada pilihan, mau maccam mana lagilah, kebutuhan dah tarsosak,
    seandainya ada jalan lain, meminjam tanpa bunga atau dengan bunga ringan contohnya, mereka pasti tidak akan ke rentenir.
    jadi coba ada badan atau jasa yang menyediakan pinjaman dengan bunga ringan pasti para jahanam itu akan musnah dari muka bumi ini,

  2. 1 sebagai seorang yang hanya memandang dari satu sisi dimana anda hanya memandang dari sisi bunga ” keuntungan ” mungkin pendapat anda dapat diterima akan tetapi pernahkah anda melihat dari sisi si pemberi pinjaman dalam hal ini resiko yang timbul misal kabur atau lambtanya jangka waktu pengembalian.
    2.saya harap anda dapat membedakan koperasi simpan pinjam dengan pinjaman lain seperti yang anda ceritakan karena di dalam sistem koperasi kami tidak mengenal pengembalian pokok belakangan. sehinggan untuk kejadian seperti yang anda ceritakan tidak akan terjadi.

    Salam kenal bang Iwan :), saya tidak mau berdebat soal ini sebenarnya, saya tidak menggeneralisir SEMUA koperasi simpan pinjam beroperasi dengan cara seperti ini. Saya bilang : “Ada rentenir yang berkedok Koperasi Simpan pinjam.” Beda toh? :)

    3. sebaiknya anda pahami terlebih dahulu arti RENTENIR sehingga anda dapat memberikan penilain yang lebih enak.

    Ini yang saya pahami bang Iwan.. :), atau ada istilah atau penjelasan yang lebih mudah dipahami orang-orang?, Sejauh ini, yang saya tau, stigma yang melekat pada rentenir, ya..seperti yang saya ceritakan di atas

    4. apakah anda lebih baik daripada orang yang memberi pinjaman ataukah hanya sentimen semata. tanyalah hatimu teman.

    Tidak ada alasan bagi saya untuk sentimen pada rentenir :), Tidak suka pada praktek bisnisnya, iya. Soal lebih baik : Setidaknya sekali dalam seumur hidup saya dan rentenir pernah melakukan hal yang sama : “Memberi pinjaman pada orang lain”, yang membuat saya menjadi seorang yang LEBIH BAIK dari rentenir-rentenir tersebut adalah : MOTIVASI-nya:)

  3. tolong anda lihat sistem perusahaan lain seperti perbankkan atau leasing atau usaha kredit barang- barang yang lain.

    Jelas berbeda : Bank atau perusahaan leasing atau kredit terlebih dahulu mempelajari latar belakang dan keadaan finansial seseorang yang bakal jadi konsumen/nasabahnya, apakah pemberian kredit/pinjaman akan memberatkan si nasabah (lain hal kalo si nasabah memanipulasi datanya), baru kemudian menentukan plafon pinjaman atau nilai kredit maksimal yang boleh dimiliki si calon nasabah. Soal bunga : ada regulasi yang mengatur besar bunga yang boleh dibebankan pada nasabah dan setau saya jauh lebih kecil daripada bunga yang dibebankan oleh rentenir

  4. Dear semuanya, horas!

    Betapa enaknya jadi sipadalan hepeng, pada awalnya, iya, mengguk uang banyak plus dengan mudah (namun sampai saat ini saya tidak pernah jadi KAYA), sebenarnya kita tidak sadar, bahwa kita sedang menginjak/mengisap, darah orang lain (saudara kita sendiri). dan akibatnya seperti yang sedang saya hadapi sekarang, terbaring dirumah sakit dengan biaya yang tidak pernah berhenti, istri telah tiada, anak tertua dibawa kabur orang (orang ambon), anak kedua masuk penjara karena garong/membunuh, anak ketiga entah dimana, dan anak keempat cacat seumur hidup, dan saya sendiri terbaring menunggu obat atau kematian denga perut kembung (seperti banyak air) tapi kata dokter ok-ok saja?. saya yakin dan percaya, semua ini karena ulah saya yang jadi rentenir, yang mengambil harta orang lain, SAYA SANGAT-SANGAT MENYESAL.
    Tulisan ini saya buat untuk rekan-rekan saya seprofesi dengan saya (sipadalan hepeng), BERHENTILAH, KEMBALIKAN SEMUA HAK PEMINJAM, jika mau ambilah uang yang telah dipinjamnya saja (pokok). AWAS KEJADIAN TAK TERDUGA akan menimpa anda-anda lai. JANGAN MENYESAL DIKEMUDIAN HARI. Mudah2-an banyak dari anda yang sadar.
    Tulisan ini ditulis oleh si boru, sementara saya hanya ngomong saja, Terima kasih.

    • Mungkin kau dulu buat Bunga Tinggi2 dan Kejam. Kemudian kau dulu kalau gak dibayar bunganya tepat waktu lsg kau tarik barang2nya. Coba kalau kau buat bunga nya sedang2 saja/Wajar2, tentu kau tdk mengalami hal spti itu.Jadi “Sipadalan Hepeng” belum tentu spti kau semuanya.Bnyk yg sy tau buat bunganya wajar2 saja, justru dia termasuk membantu orang.

  5. sy setuju sekali dengan pendapat anda ttg dunia renternirdan yg ingin sy usulkan gimana kalau kita rintis agar ada aturan yang bisa mengadili para pemberi pinjaman (renternir) sehingga tidak akan muncul bisnis ini lagi. Sepert halnya perjudian atau prostitusi sekarang kan sudah ada aturan yang dapat menyeret ke meja hijau para pelaku sehingga dibuat takut atau jera utk melakukannya. Horas.

  6. Ustad katakan pekerjaanku haram, zakat tahunanya 700rb.
    Uang hilang saya 1thn 18jt
    Dan saya iklaskan apakah saya masih dosa dengan amal saya itu?
    Saya pernah dengar dikatakan bunga bank haram knapa bank masih pd buka?
    Ustad td diam meninggalkan saya,
    Jawab anda?
    Siapa yang mau meminjamkan saya uang tanpa bunga agar saya tidak padalan hepeng lagi

  7. so much complicated .. masalahnya gak sesimple itu! ada juga kan resikonya gimana? dari tadi yang saya baca cuma keuntungannya saja. bagaimana dengan dukanya? uang yang tidak kembali?.. boro2 ngarep keuntungan! sebenarnya itu sih, sama aja seperti transaksi pinjaman dibank. bedanya hanya bunga yang relatip lebih tinggi/besar. tapi itu kan tanpa jaminan.. realitanya, untuk mendapatkan pinjaman dibank gak semudah itu. orang juga lama2 pasti pintar lah! gak mungkin belajar jadi tambah bodoh. netral position! sorry to say, semuanya dah hukum alam. yang kaya pasti diatas begitu sebaliknya. yang penting disini adalah hati. bagaimana nurani saudara menyikapinya..

  8. Sulit memang mengaitkan bisnis ini dengan norma lain, seperti halnya meniadakan pengemis dijalanan, kalau tidak ada seorangpun yang kasih uang, mereka mungkin akan bubar, demikian juga dengan rentenir, kalau tidak ada satu orangpun yang pinjam pada mereka pasti juga bubar dengan sendirinya, mungkin kita kembalikan pada seberapa besar pemerintah konsen terhadap nasib rakyatnya, seperti pasal 34 uud, adalah menjadi kewajiban negara untuk menjamin rakyat miskin dan anak-anak terlantar. Sejauh mana pemerintah membuat aturan tentang hal ini dan adakah evaluasi dan kontrol dilapangan sehingga bisnis ini dapat dihentikan? dan mana suara icw, lsm, dan lain-lain yang selalu membela rakyat yang “tertindas”? Mulai sekarang hindarilah berhubungan dengan rentenir..kalau bisa

    • Seharusnya kita buat dulu batasan/Kriteria apa yang dimaksud dgn Rentenir itu. Khususnya ttg Suku Bunganya. Sy Fikir Jika Suku bunganya wajar2 saja/tdk terlalu tinggi, kenapa disalahkan?.Kemudian apabila Uang tsb dipinjam akan dipergunakan utk berbisnis yg menguntungkan.Disamping itu apakah kita sadari bahwa Suku Bunga “Kredit Kendaraan Bermotor” juga suku bunganya Tinggi/Besar?Misalnya Spd motor baru harga Tunai Rp.14 Juta, kredit menjadi hampir Rp.20.Jt.

      • bang garda maaf,setahu saya tidak ada rentenir di dunia ini yg berbunga rendah,omong kosong kalau itu ada,suku bunga motor 14 jt menjadi 20 jt, itu dalam jangka waktu 3 tahun, coba kita bandingkan dan hitung kalau mengikuti bunga rentenir yang 30% perbulan,pinjaman 14jt,potong 20%, jadi diterima 12,2 jt,dalam 1 bln kita bayar 30% bunga nya saja,sebesar 4,2 jt,anda kalikan 36 bulan.jadi total bunga 151,2 jt.ditambah pokok 14 jt.itu bunga rentenir,pikir sendiri apakah itu wajar dan anda masih membela rentenir? dan masalahnya di Indonesia profesi rentenir didominasi oleh suku kita, BATAK !!!!!, memikirkan ini saya malu jadi orang batak

  9. Batak gak hanya rentenir tapi juga penjilat, sok pintar, kasar, sok lebih maju serta mulut rata2 monyong

    • Run. Kau kalau ngomong itu punya etiket lah. Jangan mengeneralisir. Klo Aq bilang Jawa Mangan ora mangan seng penting Ngumpul, atau jawa rata2 otaknya beku bagaimana perasaanmu?. Setiap suku itu ada kekurangan dan kelebihannya, serta ada perbedaannya. Perbedaan itu adalah “Bhineka Tunggal Ika”

  10. saya rasa tidak perlu perdebatan lebih panjang lagi mengenai rentenir ini, apalagi berusaha untuk mencari pembenaran. faktanya profesi ini ada ditengah-tengah masyarakat kita dan masyarakat yang telah terjerat oleh rentenir kebanyakan adalah masyarakat ekonomi lemah yang akan membuat mereka semakin menderita. tidak ada manfaatnya rentenir di masyarakat, mereka seperti membantu padahal ikut menghisap darah,.. kita gunakan sistem kontrol sosial kita untuk membasmi mereka

  11. Berantas Rentenir Berkedok KSP si penghisap darah orang miskin….

  12. Karena keterpaksaan, kebetulan sudah 3 kali saya jadi nasabah padalan hepeng. Menurut saya resiko lost bagi padalan hepeng nyaris tidak pernah ada. bagaimana mungkin, 3 hari sebelum jatuh tempo, sehari mengingatkan 3 kali, Kalo kita belum ada uang pas jatuh tempo. barang apapun yang mungkin lebih tinggi nilainya dari pinjaman dibawanya dengan sedikit intimidasi untuk dijadikan jaminan.
    Kalo saya amati kenapa, halak hita banyak menyandang gelar profesi tidak terhormat mungkin adalh sistem sosial masyarakatnya sendiri yang selalu memandang bahwa keberhasilan dan pencapaian hidup hakiki adalah dengan keberhasilan mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Orang akan dianggap sangat hebat dan berhasil ketika rumahnya bertebaran dimana-mana, koleksi mobil segudang, gaya hidupnya jet set. Dengan motivasi itu halak hita cenderung menggunakan segala cara : merampok, menipu, korup, dan perilaku2 tidak terpuji.lainnya. Mungkin suatu saat akan ada istilah yang sangat menyakitkan “TUHAN HANYA MENCIPTAKAN DUA SIFAT MANUSIA YAITU MANUSIA BAIK DAN MANUSIA BATAK”

    • Betul..kegilaan akan mahkota bernama HASANGAPON-lah yang sering menjadi biang ketamakan sebagian halak hita sehingga menempuh segala macam cara untuk memperolehnya..

  13. saya tidak tau banyak tentang rentenir dan belum berhubungan dengan mereka, tapi mereka mugkin adalah refleksi dari tindak tanduk masyarakat kita yang mau membantu tapi tak mau rugi, berkedok domba tapi jiwanya serigala( banyak contohnya), punya kuasa punya harta merasa punya surga, padahal surga itu damai, cinta kasih sayang dan sederhana.

  14. batak emang keren..tanpa ada batak orang miskin jadi sedikit,,karena orang miskin nya pada mati kelaparan…kalau orang batak punya profesi jadi rentenir itu wajar..karena orang batak itu gk punya hati di cuma punya otak…lihat aja anjing yang di makan orang batak..persis..

  15. keliatannya yang mengomentari ini kebanyakan manusia yang masih ikut ortu alias masih belom mandiri jadi belum paham keadaaan di kehidupan nyata, maaf nih, I”Seperti tertulis………..janganlah kamu saling menghakimi yang satu dengan yang lain”

    • ini bukan masalah mandiri atau tidak mandiri lae,kau bangun lah dari tidur mu, lihat sekeliling mu….lihat tukang2 becak,warung2 nasi,ibu2 dipasar…yang terjerat rentenir,mereka tiap jam 12 menyetorkan uang riba ke amak2 yang tiap hari datang (rentenir)…itu uang hasil keringat mereka,dan yang aku malu mereka orang batak, lae..

  16. Allah menghancurkan Riba(rentenir) dan menyuburkan sedekah, sudah jelas kan aturan mainnya .. kl mau kaya bersedekahlah, tp kl mau celaka jadi renternirlah….., tidak ada rentenir yg hidup bahagia di dunia ini, apalagi di akhirat….horas

  17. meong utk kalian yg buat komentar anti rentenir, dimana anda kalo dtg org utk pinjam uang??? paling bisanya hanya bilang:”gak ada duitlah, lg byk pengeluaranlah, dsb” saya tdk pro rentenir, tp biarkanlah semua berjalan dgn semestinya, org batak byk berprofesi begitu krn berani ambil resiko dan memiliki kemauan keras..anda bantu orang yg butuh pertolongan..puji Tuhan kita bersyukur..anda tidak bs membantu..lbh baik diam saja dan jgn berkomentar yg tidak2..mauliate jala Horas

  18. horas semua kpd si pembc.kalau menurut sy rentenir itu adl malaikat pd org miskin.dmn mrk bila butu uang 1 mnt lgsung cair(klo ga percy taya langsung sipeminjamnya).so ini adl kegagalan neg utk mensejaterakn rakyat y.klo ga da rentenir org miskin bs ga minjam ke bank?org bank pintar2 kawan n persyratan minjam ke bank pd saat ini hanya org kaya yg lolos survey.klo ormis ga di bolehin ama satpam msk kedlm.jd sy minta kita berpikirlah objektif,jgn saling menyalahkan krn sipeminjam meminjam krn merasa butuh,dan bgt jg sirentenir krn dilihat si nasabah butuh ya ga salah nya dikasi,klo masalah bunga itukan kesepakatan mereka.thxs

    • ngga ada habisnya bahas masalah ini…. rentenir,, ngga aneh, ngga
      asing di dengernya… warisan YAHUDI yang mengakar di tiap orang
      ngga ras, agama, suku, bangsa opasti ada,,,, seperti halnya kutu bayur
      (kutu yang bersarang di dalam kulit ari kemaluan) tidak tidak bisa hilang
      walau dengan obat apapun, hal perenterin pasti ga akan hilang,,,,
      kalo lihat dari banyak tulisan di atas, banyak yang pro dan kontra, ada
      pelaku (masih turunan yahudi kali) ada korban, ada rentenir menderita
      baru insaf, ada yang mao coba-2,,, komplit lah,,,,

      tapi bagaimanapun juga bisnis tentenir dijamin 1000% pasti untung,,, wwalau muka sperti dicoreng lupur comberan,,,, yang penting kan duit, kalo ga di dunia seneng dimana lagi,,,, di akherat belon tentu masuk surga,,,,,,,makan enak walau harus ngisep darah orang miskin yang penting seneng………

      prihatin dengan sandangan baru buat orang-2 batak “si RENTENIR”
      tentunya para tetua-tetua,,, para leluhur menangis dengan hal ini,,,,kasiah anak-2 yang harus menanggung dengan predikat anak rentenir,istri-2,suami-2 dengan sandangan memalukan seperti ini,
      semoga para rentenir membusuk di neraka

    • bukan malaikat lae, tapi batak berbulu domba,…malaikat itu menolong…tapi rentenir itu menolong lalu mengisap darah,…ck ck ck berapa umur mu lae,..kelihatannya lugu sekali kau

  19. dame ma di hamu….durung-durung ma di au….wkwkwkwkwkwk…unang marbadai..kalo ada opini ya ditanggapi dgn hati dingin…semua benar..tak ada yang salah…kita harus berubah dari bangsa yang cepat tersinggung menjadi bangsa yang berpikir positif..asa bangga au mandok bangso batak bangsokki.

  20. Rentenir tidak usah membela diri dgn kata-kata INI ITU……tanya hati nurani aja….jujur saja dgn hati nuranimu….Rentenir salah nggak dihadapan Tuhan ? TITIK

  21. Boleh minta infonya yang bisa kasih pinjam uang tidak?saya lagi butuh…

  22. KEUTAMAAN DIAM

    “Diam itu adalah
    perhiasan bagi orang
    ‘ Alim dan selimut bagi
    orang bodoh”
    (HR. Abu Syaikh dari
    Muharriz)

    “Diam itu adalah akhlak
    yang paling utama” (HR.Dailami, dari Annas)

    “Diam itu mengandung
    hikmah yang banyak ,
    tetapi sedikit orang yang
    menggunakannya
    (HR. Qodho ’i, dari Annas
    dan Dailami dan Ibnu
    Umar)

    Diam di sini adalah diam dari sesuatu yang tidak bermanfaat, baik dalam urusan agama ataupun dunia, dan diam dari membalas omongan orang yang mencemooh kita

  23. lo da info org yg mau pnjemin uang tnpa jminan tolong hub sya..

    trims..

  24. Matius 25:14-30
    Konteks
    Perumpamaan tentang talenta
    25:14 “Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian n ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. 25:15 Yang seorang diberikannya lima talenta 1 , yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, o lalu ia berangkat. 25:16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. 25:17 Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. 25:18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. 25:19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. p 25:20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. 25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara q kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. 25:22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. 25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara r yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. 25:24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. 25:25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! 25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? 25:27 Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. 25:28 Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. 25:29 Karena setiap orang yang mempunyai 2 , kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. s 25:30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.

  25. horas dhamuna sude,,
    Sepengetahuan saya,gk smua halak batak sukses dg pkrjaan’y itu,,resiko pkrjaan mrka sangat lah besar.Byk juga uang mrka yg dbawa kabur,,ada jg kejadian,ketika ditagih,si peminjam bilg:saya gak bisa bayar,bunuh saja saya,dg begitu si rentenir turun tangan&mengikhlaskan uang’y.Yah,seimbang lah,RUGI&UNTUNG mrka,
    Tlong y teman2,,jgn menghina bgtu,,lihat sisi duka’y jg.

    • istri saya juga sipadalan hepeng. bahkan itu menjadi mata pencaharian utama kami. istri saya memberi pinjaman ke tukang sayur ngampar di pinggir jalan di pasar, karena butuh modal buat belanja barang jualan (sayur2an) sebesar Rp 500.000, dengan bunga 20% dan masa cicilan 40 hari. berarti sehari dia harus menyicil 15.000 ribu/hari. tetapi karena sabtu minggu libur (tidak ditagih) otomatis dalam seminggu dia hanya bayar 5 hari (senin-jumat), belum lagi diantara 5 hari ini dia kadang tidak bisa bayar minimal 1 atau 2 kali (kami tidak pernah memaksa dia bayar kalo memang dia blm pny uang/dagangan tidak laku). katakanlah hanya 1kali dia tidak bayar, berarti praktis hanya 4 hari dia bayar dlm seminggu. berarti untuk menyelesaikan 40 kali cicilan dibutuhkan 10 minggu (2.5 bulan). coba saudara hitung: 20% dibagi 10 minggu = 2% perminggu = 8% per bulan. kami memberi pinjaman hanya modal kepercayaan, tanpa jaminan, tanpa sita-sitaan barang. kalau si pedagang ini melarikan diri, maka uang kami hangus, kami tidak bisa menuntut kemanapun (itu sudah resiko kami)
      PERTANYAAN: apakah ini masih di sebut rentenir?
      seandainya kami tidak memberi pinjaman, maka dia tidak bisa jualan, mau makan apa anak istrinya? lalu siapa sebenarnya yang di untungkan? (bagi saya ini merupakan SIMBIOSIS MUTUALISME)

      tolonglah berpikir lebih jernih, jangan pernah menyama-ratakan semua sipadalan hepeng. (saya tidak menyangkal, bahkan menyaksikan langsung, banyak juga sipadalan hepeng yang “pamangus” dan tidak punya hati nurani). memang sampai saat ini kami tidak pernah kaya, tapi kami masih cukup makan dan anak kami masih bisa minum susu.

      Perlu saya katakan, tidak ada pelanggan kami (peminjam) yg menyumpahin kami, bahkan mereka mendoakan kami supaya sehat2, karena kami mereka terbantu (sekali lagi: KAMI TIDAK PERNAH MEMAKSA MEREKA MEMBAYAR KALAU MEREKA TIDAK SANGGUP/TIDAK LAKU DAGANGANNYA).
      saya yakin, bagi yang ber intelektual tinggi akan paham maksud dari tulisan saya ini.
      Mauliate! GBU all!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: